Jumat, 18 Oktober 2013

Tugas 2 Bahasa Indonesia - Cerpen


PENGALAMAN HIDUP SEORANG SUPIR

            Aku mempunyai nenek yang sangat cantik seperti ibuku. Nenekku adalah anak ke-3 dari lima bersaudara. Kakak beliau yang nomor dua adalah seorang laki – laki sebut saja namanya Hargina. Hargina memang sejak kecil sudah dikenal sebagai anak yang galak dan pelit, tetapi beliau sangat rajin belajar sehingga beliau bisa menjadi anak yang pintar. Dari keluarga nenekku hanya Hargina lah yang bisa menjadi anggota TNI-AD. Hargina kini memiliki 1 orang isteri dan 5 orang anak, ke lima anak tersebut bernama Dino, Bayu, Indra, Janti dan Fredy. Selama masa jabatannya Hargina memiliki 1 orang bawahan dimana bawahan tersebut dia tugaskan untuk selalu menemani dia kemanapun pergi. Seorang bawahan Hargina tersebut bernama Bandi, Bandi sering sekali diperlakukan kurang baik oleh Hargina. Sebelum Hargina pergi kekantor beliau menyuruh Bandi untuk memasukkan tas dan baju jas kedalam mobil. “ Bandi, cepat kemari!” Teriak Hargina. “ iya pak ada apa?”jawab bandi. “sekarang bawakan tas dan baju jas saya kedalam mobil ya?” tanya hargina dengan suara kerasnya. “Siap pak!” jawab bandi dengan tegas. Bandi pun langsung bergegas mengambil tas dan baju jas milik bandi kemudian segera memasukkannya kedalam mobil. Tiba – tiba Hargina memanggil Bandi untuk kedua kalinya.
            “Bandi! Coba kesini, sepatu saya sudah dimasukkan ke dalam mobil belum?” tanya Hargina. “sudah pak” jawabnya. Setelah semuanya selesai Bandi dan Hargina pun langsung bergegas untuk berangkat kekantor. Waktupun sudah berlalu, kini Hargina dan Bandi sudah tiba dirumah. Keesokkan harinya Dino bertemu dengan bapaknya dan meminta untuk segera dibelikannya sebuah mobil. “Selamat pagi bapak?” tanya Dino.”Selamat pagi juga nak, tumben sekali pagi – pagi begini kamu sudah terbangun?” jawab Hargina. “ iya pak, ada suatu hal yang ingin aku sampaikan kepada bapak” tanya dino. “apa itu nak?”jawab Hargina. “aku ingin sekali mempunyai mobil pak tepat dihari ulang tahunku.” Jawab dino sambil malu – malu. “ mobil? Nanti kalau bapak belikan mobil untuk kamu memangnya adik – adik kamu tidak iri sama kamu nak?” tanya Hargina. “ kalau sampai iri bagus donk pak jadinya kita semua bisa memiliki mobil masing – masing dan tidak harus menunggu satu sama lain jika ingin bepergian” jawab Dino. “Ya sudah nanti bapak belikan mobil untuk kamu” ucap Hargina. “ Beneran pak?” tanya Dino untuk memastikan. “iya nak” jawab Hargina.
            Sehari sebelum ulang tahun Dino, Hargina sibuk pergi ke deller untuk mencari mobil. Mobil pun sudah didapat dan tibalah waktunya dino berulang tahun. “ Selamat ulang tahun Dino,” ucap Hargina. “ Terima kasih bapak” jawab Dino. “coba lihat nak didepan rumah ada apa?” tanya Hargina. Dino pun langsung bergegas keluar rumah untuk melihatnya. “ya ampun bapak, terima kasih buat kadonya” ucap Dino sambil kegirangan. “Sama – sama nak”, jawabnya. Karena adik – adik dino melihat kakaknya dibelikan mobil mereka pun merasa iri terhadap dino dan mereka langsung meminta kepada bapaknya untuk segera dibelikan mobil seperti dino. Hargina pun menuruti semua permintaan mereka dan kini semua anak – anak Hargina memiliki mobil masing – masing. Semua permintaan anak – anaknya, Hargina selalu menuruti permintaan mereka dengan alasan supaya mereka bisa merasa senang dan bahagia. Sebagian dari hartanya Hargina sering menginvestasikan hartanya dengan cara membeli tanah yang letaknya tepat dipinggir jalan supaya suatu saat nanti ingin dijual kembali harga tanah tersebut bisa naik dan bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Harta kekayaan Hargina kini sudah semakin banyak, karena kekayaannya kesombongan Hargina pun semakin bertambah. Setiap bertemu dengan tetangganya beliau tidak pernah menyapa tetangganya dan kalaupun beliau disapa beliau tidak pernah tersenyum apalagi untuk menjawabnya. Sifat – sifat anak Hargina pun juga sama seperti Hargina, selain itu Isteri Hargina sering sekali mengatakan kepada Bandi kalau kehidupan Bandi tidak akan berkembang dan menjadi orang yang sukses, dari perkataan tersebut membuat Bandi menjadi semangat dan berniat untuk membuktikan kalau perkataan isteri Hargina tersebut tidak benar.
Disela – sela waktu kosong Bandi sering sekali memanfaatkan waktunya untuk berolahraga dengan teman – temannya, karena terlalu keasikkan dengan hobinya Bandi sampai lupa waktu untuk pulang ke rumah. Tengah malam Bandi baru mengakhiri hobinya tersebut. Tanpa sepengetahuan Bandi, Hargina pun dengan sengajanya mengunci semua pintu rumah supaya Bandi tidak bisa masuk ke rumahnya. Setibanya dirumah Bandi baru tersadar kalau rumahnya sudah terkunci dan mau tidak mau Bandi harus tidur digarasi mobil itupun Bandi harus memanjat pintu gerbang terlebih dahulu untuk bisa memasukinya. Bandi tidur hanya dengan beralaskan koran seadanya dan memakai selimut dari sarung mobil. Keesokkan paginya Bandi langsung dimarahi oleh Hargina dengan ucapan yang sangat kasar. Bandi pun merasa sakit hati dengan perkataannya, karena Bandi masih menjadi bawahannya sehingga Bandi tidak begitu memperdulikan dengan perkataan Hargina. Isteri dan anak – anak Hargina pun mulai membenci Bandi, untungnya Bandi berbesar hati jadinya bandi juga tidak memperdulikan kebencian isteri dan anak – anak Hargina. Semenjak kejadian tersebut Bandi memutuskan tidak untuk tinggal bersama mereka melainkan untuk tinggal dirumah sendiri karena Bandi sudah memiliki seorang isteri dan 3 orang anak tetapi Bandi masih menjadi supirnya Hargina.
            Dari ke lima anak Hargina dan isterinya tidak ada satu pun anak – anak dari mereka yang mendapatkan gelar Sarjana. Hal ini dikarenakan anak – anak mereka menganggap bahwa orang tua saya sudah kaya, semua keinginan bisa terpenuhi oleh orang tua mereka jadinya mereka tidak memperdulikan tentang pendidikan untuk masa depannya. Sedangkan anak- anak Bandi sekarang sudah mendapatkan 2 gelar Sarjana dan 1 anak lagi sedang menempuh pendidikan disalah satu universitas. Seiring berjalannya waku, Bandi sekarang sudah tidak menjadi supir Hargina melainkan menjadi staff dikantor TNI-AD dan membuat usaha deller mobil yang dibantu oleh ketiga anaknya. Ketekunan Bandi di dunia kerja dan usahanya membuat dirinya menjadi orang yang sukses. Kini masa jabatan Hargina sudah habis, semua harta kekayaannya juga sudah habis karena isteri dan anak – anaknya tidak bisa menghemat uang dalam kehidupannya. Hargina pun kini menderita gangguan jiwa dan isterinya pun sekarang menderita penyakit darah tinggi dan diabetes melitus atau yang sering dikenal sebagai penyakit kencing manis, setiap saat isterinya selalu disuntikan insulin agar gula darahnya stabil. Keluarga Hargina kini kebingungan untuk membiayai penyakit isterinya dan harus mengutang sana sini untuk biaya kesembuhan sang isteri. Sekarang semua kehidupan Hargina terbalik dengan kehidupan Bandi, Bandi sekarang sudah membuktikan perkataan isteri Hargina kalau kehidupan Bandi bisa berkembang dan menjadi orang yang sukses.


Nama : Riski Ludvitasari
NPM  : 26211274
Kelas  : 3EB09